Kebiasaan masyarakat untuk mengonsumsi makanan instan secara berlebihan berpeluang mengalami obesitas atau gemuk berlebih. Hal ini diungkapkan spesialis gizi RSUP Sanglah, dr I Wayan Weta, saat ditemui di ruangannya.
"Komposisi zat gizi yang terkandung dalam makanan instan, cenderung tidak berimbang. Dan kandungan yang paling dominan dalam makanan instan adalah lemak dan energi," kata I Wayan Neta, Jumat (5/9).
Menurutnya, jumlah lemak yang terkandung dalam makanan instan biasanya sangat banyak. Hal itu menyulitkan tubuh untuk mengurainya, sehingga berakibat menjadi penimbunan lemak atau obesitas. "Obesitas itu tidak sehat sebenarnya," tegasnya.
Dia menilai, saat ini obesitas mewabah pada masyarakat kalangan menengah ke atas. Selain karena sajiannya yang mudah dan cepat, makanan instan juga memiliki rasa yang enak, sehingga cukup digemari. "Tanpa disadari, kandungan kimia yang ada di dalamnya bisa merusak sistem tubuh dalam jangka waktu yang panjang,"ujarnya.
Wayan Weta menjelaskan, rusaknya sistem tubuh akibat bahan kimia yang terkandung dalam makanan instan, dampaknya mulai terasa dalam jangka waktu yang lama. "TIdak langsung terasa begitu saja, tetapi lama kelamaan akan membahayakan jaringan sistem tubuh,"terangnya.
I Wayan mengimbau, ketika mengonsumsi makanan instan, harus juga diimbangi dengan jenis makanan lain, yang memiliki gizi yang cukup. Dengan demikian, kebutuhan tubuh akan gizi bisa dipenuhi. "Untuk anak-anak, harus dihindari makanan instan, karena bisa mengganggu proses tumbuh kembangnya," saran Weta.
(sumber : merdeka.com )


Anda sedang membaca artikel berjudul
0 komentar:
Posting Komentar